Sejarah Desa

Sejarah Desa Gamsida

Sejarah Desa

Sejarah Desa
Desa Gamsida

Asal mula desa Gamsida di mulai dari kelompok – kelompok keluarga yang tersebar di gunung Barakati / gunung Jailolo pada tahun 1800

Kelompok – kelompok itu antara lain :

  1. Soselo
  2. Paser
  3. Rous

Ketiga kelompok tersebut selalu berlawanan pendapat sehingga salah satu di antara ketiga kelompok ini ( Rous) pergi meninggalkan tempat, pindah tempat yang disebut Tagalaya kemudian berjalan terus menempuh jarak yang jauh dan mampir di Bukutamo, lalu meneruskan perjalanan turun lembah yang disebut Medi Lefo, kelompok reus ini terus berjalan mengikuti jalan kecil hinggan sampai di Goal

Seseorang dari mereka menaiki pohon yang tinggi ternyata masih melihat gunung Jailolo. Lalu mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan hingga tak terlihat gunung Jailolo. Mereka lalu berdiam ditempat yang disebut Wa,a Ma Sau. Kelompok Rous tersebut ada yang menderita penyakit cacar / luti yang sering menjalar sehingga pindah tempat lagi dan disebut Aer Pait.

Dan masyarakat Aer Pait ini terpecah belah sebagian ke Baru, Tabobol, Tosoa, Ngawet, Nanas, Jere, Togola Wayoli, dan kecamatan Sahu pada desa Goro – Goro dan Sasur. Kemudian pada zaman Belanda dipekerjakan sebagai pekerja keras, akhirnya sebagian besar anggota keluarga masyarakat lari/hour-horu terdampar di Lata-lata, Bacan,Waringin, Akedabo, Lelengusu, Batang Dua, Tifure dan Mayau. Dan yang memimpin masyarakat Rous saat ini adalah Katara Guru pada akhirnya tersebar menjadi suku Wayoli Masom Romtoa hingga saat ini.